Tiggal di Desa atau di Kota
Enak Tinggal di Desa atau di Kota
Sekarang kita mencoba berandai-andai, ilusi pertama Jika anda diberi kesempatan memilih lahan setengah hektar di desa atau rumah mewah seharga 1 triliun apa yang akan anda pilih? dengan catatan namanya pilihan berarti salah satu. Ilusi kedua coba bayangakan anda tinggal di desa dengan pekarangan depan dan belakang sangat luas dengan pemandangan hamparan sawah hijau yang bisa memanjakan mata dan gunung-gunung yang menjulang tinggi serta suara gemericik air sungai. Halaman depan rumah ada sebuah taman yang terdapat berbagai macam bunga, pohon buah-buahan, kolam ikan serta bangku yang ada dibawah pohon yang rindang yang dapat mengobati pikiran penat atau lelah dari kegiatan dan bisa duduk bersantai sambil menikmati semilir angin dan pemandangan ikan kolam yang terkadang memunculkan kepala ke permukaan. Halaman belakang ada tanaman obat, rempah-rempah, sayur-sayuran yang dikelilingi pleh pagar bambu dan kandang hewan ternak.
Kehidupan di desa identik dengan keramahan para warganya, Setiap pagi kehidupan orang-orang desa anatara lain menyapu halaman, pergi belanja dan juga dihiasi sapaan ringan dari para tetangga seperti mangga, mau kemana, pagi dll selain itu ada yang pergi kesawah, menggembala hewan ternak mereka ke sawah atau padang rumput yang terhampar luas. Udara pagi desa terasa sejuk yang dapat menimbulkan semangat dalam diri. Berbicara bahan makanan misalnya sayur orang desa lebih beruntung karena sayuran dapat dengan mudah didapat jikapun beli dengan harga yang terjangkan 500 - 2000 per ikat.
Sedangkan, Hidup di Kota mungkin semua orang berpikir hidup dikota lebih membanggakan dari pada didesa karena dekat dengan fasilitas pendidikan, kesehatan dan juga dekat pusat perbelanjaan selain itu akses jalan yang mudah. Kehidupan kota diwarnai dengan keramaian jalan, suara kendaran bermotor serta asap kendaraan, tempat hiburan yang modern dan polusi yang disebabkan oleh pabrik-pabrik dan juga hidup dikota sangat sulit mendapatkan udara sejuk dan bersih karena berkurangnya laahan tanaman hijau yang dialih fungsikan sebagai bangunan rumah atau gedung perkantoran. Hidup di kota Kita harus sudah terbiasa dengan kehidupan individual contohya saja kehidupan di perumahan elite setiap pagi mereka sibuk dengan pekerjaan masing masing dan jarang yang terlihat diluar rumah mungkin yang biasanya menyiram tanaman atau menyapu biasanya pera asisten rumah tangga, tidak seperti orang desa yang saling bertegur sapa sehingga terjalin hubungan yang akrab antara tetangga.
Berdasarkan gambaran diatas tidak bermaksud untuk menilai nama yang lebih baik, semua itu hanya untuk memberikan penggambaran antara kehidupan kota dan desa. Tinggal di desa atau dikota semua memiliki kelebihan masing-masing dan pilihan ada ditangan anda mau pilih hidup dikota ataupun di desa. Penjelasan diatas hanya sebagai gambaran saja tidak lebih dari itu.

Komentar
Posting Komentar