Peran Ganda Perempuan
Peran Ganda Perempuan
Ada perbedaan antara perempuan zaman dahulu dan perempuan zaman sekarang, biasanya perempuan zaman dahulu begitu "usia" mereka sudah sesuai dengan kriteria menikah, mereka akan langsung dinikahkan dengan calon yang dipilihkan oleh orang tua. Tapi fakta di lapangan masih menunjukkan adanya praktek-praktek yang sama dengan persoalan pernikahan perempuan zaman dahulu. Praktek-praktek ini biasanya terjadi di daerah pedesaan. Berbeda dengan perempuan zaman sekarang yang memiliki cukup kebebasan untuk memilih. Perempuan zaman sekarang bisa menentukan pilihan apakah ingin melanjutkan pendidikan atau bekerja. Jadi untuk perempuan Indonesia yang lahir di zaman sekarang bersyukurlah kalian tidak harus dipaksa untuk menikah dengan laki-laki pilihan orang tua kalian.
Perempuan zaman sekarang lebih memilih untuk menjadi seorang wanita karir. Hal ini terjadi karena alasan hasrat untuk memenuhi keinginan pribadi tanpa harus terus bergantung pada lelaki. Selain itu ada juga yang beralasan untuk membantu mencukupi kebutuhan ekonomi dikarenan uang yang diberikan suami masih belum mencukupi. Ada banyak perdebatan mengenai wanita karir di Indonesia, hal ini karena di Indonesia perempuan dididik untuk menjadi seorang istri dan ibu yang baik. Padahal jika perempuan diberikan porsi yang sama dengan kaum adam hal ini akan dapat memberi dampak signifikan dalam perekonomian.
Memilih untuk menjadi wanita karir tidaklah mudah, karena mereka memiliki konsekuensi yang besar dimana wanita harus bisa menhandle masalah rumah tangga entah itu masalah dapur atau masalah anak dan suami. Biasanya suami akan menyalahkan si istri apabila ada masalah-masalah yang muncul akibat kurangnya perhatian wanita kepada keluarga karena ditinggal kerja. Wanita karir selalu dihadapkan pada dua masalah tersebut. Keduanya membutuhkan pertimbangan yang baik, dimana saat diri masih ingin melanjutkan hobi yang mampu mengantarkannya memiliki karir yang diikuti dengan jenjang karir yang menjanjikan serta gaji yang besar.
Ada beberapa perempuan yang menjadi wanita karir dan ada juga yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga. Tapi tetap saja perempuan akan disalahkan atas semua pilihan mereka. Jika mereka memilih menjadi wanita karir, mereka akan dianggap lalai akan tugasnya di rumah, sedangkan jika memilih ibu rumah tangga, mereka dihakimi dengan gelar sarjana yang dimiliki. "Untuk apa sekolah tinggi-tinggi? perempuan itu tugasnya di dapur" dan "Untuk apa gelar sarjana itu, jika tidak dipergunakan untuk kerja?".
Ironis yah, tapi itulah kenyataannya. Apapun pilihannya entah itu wanita karir atau ibu rumah tangga, semuanya tergantung dari pilihan dan keadaan. Dibutuhkan adanya keadaan saling mengerti antara suami dan istri, selain itu juga harus saling mendukung satu sama lain. Jika suami mau memberikan toleransi kepada istri tentang pilihannya sebagai wanita karir dan istri juga melakukan tugas dan kewajibannya dengan sungguh-sungguh maka pasti semuanya pasti akanberjalan dengan baik.
Manusia yang lahir ke dunia pasti memiliki jalan riski masing-masing. Mengingat perempuan merupan manusia juga, maka bisa dipastikan kalau perempuan adalah makhluk tuhan yang lebih hebat karena bisa melakukan beberapa pekerjaan dengan satu waktu sekaligus. Mungkin laki-laki juga bisa tapi itu tidak sebanyak presentase perempuan yang menjadi wanita karir.


Komentar
Posting Komentar