Fakta Tersembunyi Dibalik Sebuah Mitos yang Ada di Indonesia



Gambar terkait
Fakta Dibalik Sebuah Mitos

Indonesia adalah negara yang kaya akan adat dan budaya. Budaya diturunkan kepada para pewaris generasi selanjutnya dengan bukti tertulis maupun tidak tertulis. Untuk bukti tak tertulis ini lebih sering berubah-ubah kebenarannya. Karena setiap orang punya versi yang berbeda-beda sesuai dengan narasumber sebelumnya. Bahkan tak jarang timbul mitos-mitos yang menjalar ke setiap lapisan masyarakat. Mitos-mitos ini kadang dijadikan budaya atau bahkan adat dan peraturan tak tertulis bagi masyarakat tertentu.


Namun jika diteliti lebih lanjut mitos-mitos yang berkembang di masyarakat ini ternyata memiliki makna yang tersirat dan memiliki sisi logis yang relevan dalam realitasnya. Berikut penjelasannya,


1. Bangun Pagi Supaya Rejekinya Tidak Dimakan Ayam

Pernah dengar dong yah, ini adalah mitos yang berkembang di masyarakat jawa yang kental dengan tradisi. Mungkin bagi sebagian orang ini hanya sebuah mitos yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Tapi sebenarnya mitos ini mempunyai suatu pengertian tak tersirat yang memiliki makna, jika kita bangun lebih pagi, kita bisa mempersiapkan segala sesuatunya lebih baik, dimana jika bangun terlambat semuanya akan dilakukan dengan terburu-buru dan tidak jarang hal itu menimbulkan keributan di rumah.

2. Potong kuku malam-malam itu pamali

Mungkin mitos ini hanya untuk menakut-nakuti anak kecil saja, tapi mitos ini mengajarkan jika memotong kuku pada malam hari, jika tidak hati-hati akan membuat kita terluka oleh pemotong kuku yang digunakan. Yah pada intinya sih agar kita lebih berhati-hati kalau menggunakan sesuatu.

3. Anak Perempuan Pamali duduk di tengan pintu

Mitos yang berkembang di kalangan masayarakat jawa ini, sebenarnya berkaitan dengan norma kesopanan. Anak perempuan di didik agar menjadi pribadi yang bisa mengatur keperluan rumah tangga dengan baik, jadi mereka diajarkan tentang cara berperilaku yang baik. Kalau anak perempuan sering duduk di tengah pintu maka akan menghalangi jalan keluar masuk, selain itu jika perempuan terlalu sering duduk di tengah pintu akan dianggap sebagai perempuan yang malas.

4. Kalau makan harus dihabiskan, supaya ayamnya tidak mati

Yah mitos ini sering kita jumpai di kalangan masyarakat menengah ke bawah mengingat mereka susah untuk mendapatkan makanan. Dalam konteksnya sebenarnya kita diajarkan untuk menghargai apa yang kita peroleh dan harus bisa memanfaatkan dengan baik jangan sampai disia-siakan agar orang yang bekerja keras untuk mendapatkannya merasa bahagia dengan hasil kerja keras mereka.

5. Jangan duduk diatas bantal, nanti bisulan

Makna tersembunyi dari mitos ini adalah menggunakan barang pada tempatnya. Bantal adalah benda yang digunakan untuk menyandarkan kepala ketika tidur. Bukan untuk duduk, mungkin ada bantal yang memang digunakan sebagai tempat tuntuk duduk seperti di Jepang. Tapi bagi orang Indonesia bantal itu penggunaanya untuk digunakan di kepala. Dan di Indonesia kepala itu sangat di jaga karena ada suatu keperyaan masyarakat jawa, bagi ibu melahirkan untuk mengeluarkan kepala seorang anak dari rahimnya, merupakan hal paling sulit, karena itu kepala manusia di sini sangat dihormati.

6. Tidak menggunakan payung di dalam rumah, nanti susah hidupnya

Mitos ini sebenarnya bertujuan agar kita menggunakan barang yang sesuai pada tempatnya. Jika menggunakan payung di dalam rumah bisa menghabiskan ruangan di dalam rumah dan kadang bisa memecahkan barang karena lebar payung yang digunakan sedangkan ruangannya kecil. Di dalam rumah itu sebenarnya kita sudah terlindungi dari panas dan hujan jadi tidak perlu menggunakan payung di dalam rumah.

7. Tidur menjelang maghrib itu pamali

Makna tersembunyi dari mitos ini adalah agar kita bisa menhargai waktu. Menurut orang jamn dulu waktu sore sampai jam 9 malam adalah waktunya setan keluar dari persembunyiannya. Mungkin ada benarnya juga, tapi faktanya kita diajarkan untuk lebih menghargai waktu. Tapi sekarang waktu sudah tidak memiliki batas, pagi siang sore atau malam semuanya sama saja waktunya untuk bekerja. Setidaknya itulah yang terjadi di kota-kota metropolitan. Tidak ada yang namanya jam malam.

Sebnarnya masih banyak mitos-mitos yang berkembang di lapisan-lapisan masyarakat Indonesia, bukan hanya di pulau jawa saja, namun yang perlu digaris bawahi adalah mitos-mitos ini di sebarkan oleh orang tua jaman dulu agar anak-anaknya kelak bisa menjadi pribadi yang pandai menghormati dan menghargai diri sendiri dan orang lain. Dan juga agar mereka tidak melupakan pengajaran-pengajaran yang sudah diberikan oleh orang tua mereka. Karena Indonesia itu menganut budaya ketimuran yang saling menghormati dan menghargai siapa saja.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiggal di Desa atau di Kota

Tunggu Aku

Derita dan alasan dibalik kepergiannya sebagai TKI di Negeri orang